Kilasbisnis.com, Silicon Valley — Upaya memperkenalkan jamu sebagai produk kesehatan modern kini menjadi bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia di Amerika Serikat. Delegasi Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) melakukan kunjungan ke Amazon Fulfillment Center di Silicon Valley untuk memfinalisasi jalur distribusi jamu melalui sistem Fulfillment by Amazon (FBA).
Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Pembina PPJAI, Mukit Hendrayatno, dan Ketua Umum PPJAI, Heri Susanto. Mereka menilai langkah ini bukan sekadar kegiatan bisnis, tetapi juga strategi memperkuat posisi Indonesia di pasar global melalui produk berbasis kearifan lokal.
Baca juga: Aset Asuransi Komersial Naik 3,91 Persen, OJK Sebut Permodalan Tetap Kuat
“Ekspor jamu ke Amerika Serikat bukan sekadar kegiatan komersial, tetapi bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia,” ujar Mukit Hendrayatno dalam keterangan tertulis, Senin (24/11).
Ia menambahkan, seluruh produk anggota PPJAI telah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan siap memenuhi regulasi ketat Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi PPJAI juga bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di AS untuk membahas aspek regulasi ekspor dan dukungan diplomatik.
Mukit menjelaskan, sinergi dengan KBRI menjadi kunci untuk mempercepat proses administratif dan meminimalkan hambatan ekspor yang selama ini dihadapi pelaku usaha jamu.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah ekspor jamu Indonesia memiliki dukungan diplomatik yang kuat agar bisa bersaing di pasar global,” katanya.
Baca juga: Harga Rumah Naik Tipis, Pasar Properti Mulai Bangkit Pelan di 2025
Selain fokus pada logistik dan regulasi, delegasi PPJAI juga mengunjungi pusat inovasi seperti Google dan Meta di Silicon Valley. Kunjungan ini bertujuan mempelajari strategi pemasaran digital yang efektif untuk memperkenalkan jamu sebagai produk kesehatan modern bagi konsumen global.
Ketua Umum PPJAI, Heri Susanto, menyebut langkah itu penting untuk membangun citra jamu sebagai produk yang relevan dengan gaya hidup masyarakat internasional.
“Keberhasilan menembus pasar Amerika bergantung pada efisiensi logistik dan kekuatan branding. Kami ingin jamu dikenal bukan hanya karena tradisinya, tetapi juga karena kualitas dan inovasinya,” ujar Heri.
Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen, Daya Beli Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
PPJAI menilai pengiriman perdana produk jamu ke Amazon Fulfillment akan menjadi tonggak penting diplomasi ekonomi Indonesia. Langkah ini membuka akses langsung ke konsumen global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi besar di sektor kesehatan alami.
Dengan strategi logistik yang matang, dukungan diplomatik, dan pendekatan digital yang kuat, PPJAI optimistis jamu Indonesia dapat bersaing sejajar dengan produk kesehatan dunia.
“Jamu adalah warisan Nusantara yang kini menjadi bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia. Kami ingin dunia mengenal Indonesia melalui produk yang menyehatkan dan berakar pada budaya bangsa,” kata Mukit menutup pernyataannya.
Editor : Sekar Arum Catur