Kilasbisnis.com, Surabaya - Pemerataan pembiayaan dan penguatan UMKM di Jawa Timur terus menjadi perhatian utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur.
Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, menegaskan bahwa akses pembiayaan kini semakin merata, bahkan di wilayah dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) rendah.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh penjuru provinsi.
Sektor UMKM tetap menjadi prioritas dalam penyaluran kredit perbankan di Jawa Timur. Hingga September 2025, porsi kredit UMKM tercatat mencapai 37,75�ri total penyaluran kredit.
Meski penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sempat mengalami perlambatan, OJK memastikan kualitas kredit tetap terkendali.
“UMKM adalah motor penggerak ekonomi daerah. Kami terus berupaya memperluas akses pembiayaan agar pelaku usaha mikro dan kecil semakin mudah mendapatkan modal,” ujar Yunita Linda Sari pada media, Selasa (18/10/2025) di Surabaya.
Implementasi Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM menjadi instrumen penting dalam mempercepat perluasan akses pembiayaan.
Regulasi ini mendorong perbankan dan lembaga keuangan untuk menghadirkan proses pembiayaan yang lebih sederhana, cepat, dan terjangkau bagi pelaku UMKM.
Yunita menambahkan, melalui POJK 19/2025, OJK ingin memastikan pelaku UMKM di seluruh Jawa Timur dapat menikmati fasilitas pembiayaan yang mudah dan efisien, sehingga mereka bisa fokus mengembangkan usaha.
OJK Jatim mencatat adanya perbaikan akses pembiayaan di sejumlah wilayah dengan kontribusi ekonomi yang sebelumnya rendah.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Kami melihat tren positif di daerah-daerah yang selama ini sulit mendapatkan akses pembiayaan. Ini menjadi bukti komitmen OJK dalam mendorong inklusi keuangan di Jawa Timur,” tegas Yunita.
Editor : Redaksi