Kilasbisnis.com, Surabaya - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas sektor perbankan nasional. Setiap program yang dijalankan LPS diharapkan mampu memberikan tiga dampak utama, yakni peningkatan jumlah rekening dan nominal simpanan, penguatan mitigasi risiko, serta mendorong pengembangan produk perbankan.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Surabaya, Bambang S Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pemetaan wilayah berdasarkan jumlah rekening terhadap jumlah penduduk. Wilayah yang dinilai belum optimal akan menjadi fokus pengembangan ke depan.
"Kami ingin memastikan seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap layanan perbankan, sehingga potensi pertumbuhan dapat dimaksimalkan," ujar Bambang saat temu media, Selasa (18/10/2025) di Surabaya.
Bambang juga menyoroti tren pola pengeluaran yang meningkat pada triwulan IV, sebagaimana disampaikan dalam paparan Kementerian Keuangan. Menurutnya, lonjakan simpanan di atas Rp5 miliar pada periode tersebut biasanya berkaitan dengan aktivitas korporasi, transaksi internet banking, maupun pemerintah daerah yang tengah menyiapkan pembayaran.
Namun, ia mengingatkan agar tren ini tidak langsung diartikan sebagai pertumbuhan simpanan, mengingat akhir tahun memang kerap terjadi peningkatan pembayaran.
"Setiap segmen memiliki karakteristik pasar yang berbeda, sehingga perlu analisis lebih lanjut," jelasnya.
LPS juga mencermati adanya potensi pergeseran pada kelompok simpanan besar, meski perubahannya dinilai belum signifikan. "Ada sedikit kenaikan pada kelompok simpanan besar, namun belum terlihat adanya perpindahan dana besar-besaran antarbank," kata Bambang.
Sementara itu, mayoritas rekening masyarakat masih didominasi oleh simpanan di bawah Rp100 juta. Bambang mengungkapkan, setelah sempat mengalami penurunan, kini nominal simpanan di segmen bawah mulai pulih dan tumbuh kembali.
Editor : Sekar Arum Catur