Kilasbisnis.com, Lumajang — Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali memicu guguran debu vulkanik yang menyelimuti Jembatan Besuk Kobokan, jalur vital penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Tebalnya material debu membuat arus lalu lintas terganggu dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Untuk memperlancar mobilitas warga, kepolisian menerjunkan Armored Water Cannon (AWC) guna membersihkan debu yang menumpuk di seluruh ruas jembatan. Pembersihan dilakukan berulang, hingga tiga kali dalam sehari, lantaran ketebalan debu dilaporkan mencapai sekitar satu sentimeter.
Baca juga: Ditlantas Polda Jatim Ngopi Bareng Warga, Edukasi Tertib Lalu Lintas Saat Operasi Zebra Semeru
Puluhan personel Polres Lumajang juga berjaga di beberapa titik sejak Senin pagi. Selain memastikan proses pembersihan berjalan lancar, petugas memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga dan membagikan masker gratis kepada pengendara yang melintas.
Baca juga: Polisi Terjunkan Tim Psikologi untuk Trauma Healing Anak Penyintas Erupsi Semeru
Wakapolres Lumajang Kompol A. Rizky Fardian mengatakan langkah ini diperlukan untuk menjaga keamanan lalu lintas di tengah kondisi jembatan yang masih tertutup debu vulkanik. Ia menegaskan, kepolisian turut memberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk mengurangi risiko, terutama karena guguran debu masih terus terjadi.
Baca juga: Asap Tebal Selimuti Jembatan Besuk Kobokan, Polisi Terapkan Buka-Tutup Jalan
Hingga laporan ini diturunkan, petugas tetap bersiaga di lokasi. Pengendara tanpa keperluan mendesak diimbau untuk memutar balik demi menghindari area terdampak erupsi.
Editor : Redaksi