Kilasbisnis.com, Jakarta — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mulai menormalkan pasokan listrik di Aceh setelah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. Normalisasi dilakukan melalui pengoperasian penuh Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun serta kembalinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya ke sistem kelistrikan Aceh.
PLTMG Arun yang berlokasi di Lhokseumawe saat ini memasok daya hingga 173 megawatt (MW). Pasokan tersebut disalurkan untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat, layanan publik, serta sektor sosial di Banda Aceh dan wilayah sekitarnya yang sempat mengalami gangguan pascabencana.
Baca juga: PLTS Terapung Cirata, Strategi PLN Nusantara Power Kejar Target NZE 2060
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, pengoperasian kembali pembangkit menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sistem kelistrikan Aceh. Menurutnya, koordinasi antara unit pembangkitan, transmisi, dan distribusi dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik.
“PLTMG Arun dan PLTU Nagan Raya memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik Aceh pascabencana. Kami fokus memastikan sistem kembali beroperasi secara andal, terutama untuk sektor-sektor vital,” ujar Ruly dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).
Sementara itu, PLTU Nagan Raya yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya kembali beroperasi dengan kapasitas terpasang sekitar 2 x 110 MW. Pembangkit ini menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan Aceh karena memasok listrik ke seluruh gardu induk di wilayah tersebut.
Baca juga: PLN Nusantara Power Catat Produksi 472,2 GWh Energi Hijau di Semester I 2025
Ruly menambahkan, PLN Nusantara Power masih melakukan pemulihan terhadap sejumlah aset pembangkit yang terdampak bencana. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Cot Trueng yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Unit Arun.
“Saat ini kami masih melakukan pembersihan dan perbaikan agar PLTD Cot Trueng dapat kembali beroperasi dan mendukung pasokan listrik Aceh,” katanya.
PLN Nusantara Power memastikan pengoperasian pembangkit dilakukan secara bertahap dan terkontrol guna menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Aceh selama masa pemulihan pascabencana.
Editor : Sekar Arum Catur