Kilasbisnis.com, Surabaya - Pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu dengan sistem jemput bola. Melalui program ini, negara secara aktif mendatangi rumah warga untuk memastikan kelompok paling rentan memperoleh akses pendidikan yang layak.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Menangis Dengar Kisah Siswa Sekolah Rakyat Unesa Surabaya
Gagasan Sekolah Rakyat diperkenalkan dalam kegiatan pra launching di Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Senin (29/12/2025). Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi instrumen negara untuk memutus kemiskinan struktural melalui pendidikan yang terintegrasi.
Program Sekolah Rakyat mencakup jenjang pendidikan SD hingga SMA dan terbuka bagi anak-anak dari keluarga miskin di seluruh Indonesia. Berbeda dari sekolah formal pada umumnya, program ini tidak membuka pendaftaran umum. Pemerintah akan melakukan pendataan aktif dengan mendatangi langsung rumah warga yang dinilai memenuhi kriteria.
“Ini bukan sekolah biasa. Negara hadir langsung untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin benar-benar mendapat pendidikan yang layak,” ujar Gus Ipul.
Pada jenjang SMA, siswa yang memenuhi kualifikasi akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Garuda. Sementara itu, bagi siswa yang memilih jalur kerja, pemerintah menyiapkan pembinaan keterampilan agar siap bekerja secara profesional, baik di dalam maupun luar negeri.
“Yang ingin bekerja akan dibimbing agar memiliki keterampilan dan daya saing. Tujuannya agar lulusan Sekolah Rakyat mampu memperbaiki kehidupannya dan ikut memperbaiki bangsa,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dengan konsep pendidikan berasrama penuh. Siswa akan menjalani proses pembelajaran selama 24 jam yang mengintegrasikan pendidikan akademik, karakter, disiplin, dan kemandirian, menyerupai sistem pendidikan pondok pesantren.
Sebelum mengikuti pembelajaran, calon siswa wajib menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemerintah juga memfasilitasi setiap peserta didik dengan delapan set seragam, termasuk seragam batik, serta satu unit laptop pribadi untuk menunjang pembelajaran berbasis digital.
“Semua siswa kami bekali laptop agar mereka tidak tertinggal dalam transformasi digital dan mampu belajar dengan metode modern,” jelas Gus Ipul.
Selain itu, evaluasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara menyeluruh. Evaluasi mencakup aspek kesehatan dan fisik siswa, kondisi psikososial, pengembangan talenta melalui kartu talenta masing-masing anak, serta capaian akademik selama satu semester.
Menurutnya, pendekatan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak disamaratakan. Setiap anak dikembangkan berdasarkan potensi, kompetensi, dan kekuatan yang dimiliki agar hasil pembelajaran lebih optimal.
Pra launching di Surabaya menjadi langkah awal implementasi Sekolah Rakyat secara nasional. Pemerintah berharap program ini menjadi fondasi kuat dalam menciptakan sumber daya manusia unggul sekaligus membuka jalan keluar bagi generasi muda dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (Nik)
Editor : Redaksi