Kilasbisnis.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar SIG Infrastructure Summit bertema Bangga Bangun Indonesia sebagai upaya memperkuat kolaborasi strategis dan menciptakan peluang bisnis pada 2026. Kegiatan ini berlangsung di tengah kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang 2025.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, mengatakan perseroan terus melanjutkan transformasi bisnis dengan menghadirkan solusi bahan bangunan serta layanan pendukung yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar. SIG juga memperkuat kedekatan dengan pelanggan di berbagai daerah serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola rantai pasok.
Baca juga: SIG Pasok 98.000 Ton Semen untuk Tol Serang–Panimbang, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru di Banten
“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami memastikan produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan jangka panjang,” ujar Dicky Saelan di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, pada Desember 2025.
Melalui forum ini, SIG memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional. SIG juga menegaskan posisinya sebagai penyedia solusi bahan bangunan dan jasa pendukung dengan fasilitas operasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sejalan dengan proyeksi pemulihan industri semen dan ekonomi nasional, sektor perbankan menyoroti peluang pertumbuhan pada 2026. VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, menyampaikan penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026, didorong peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meski industri masih menghadapi tantangan overcapacity dan efisiensi.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, dalam forum tersebut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong konstruksi berkelanjutan melalui penggunaan material bangunan ramah lingkungan dan rendah karbon.
Baca juga: SIG Perkuat Riset dan Inovasi untuk Konstruksi Hijau Lewat Kolaborasi I2RI
Reni juga memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material dan proses ramah lingkungan sehingga mampu menurunkan emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, dengan tingkat kandungan dalam negeri di atas 90 persen. Salah satunya adalah semen hidraulis SIG bermerek PwrPro yang dirancang menghasilkan beton bermutu tinggi dan ramah lingkungan.
Produk PwrPro telah digunakan pada berbagai proyek strategis, antara lain Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, Kawasan Industri Batang, Sabo Dam Merapi, dan Kendal Industrial Park. Selain itu, SIG mendorong penggunaan produk turunan semen hijau berupa bata interlock presisi untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah per tahun.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi konstruksi berkelanjutan seiring arah industri konstruksi global menuju dekarbonisasi.
Baca juga: SIG Bidik Ekspor dan Perkuat Pasar Mikro di Tengah Lesunya Industri Semen
“Kami meyakini pembangunan infrastruktur Indonesia harus sejalan dengan agenda transisi menuju rendah karbon agar tetap kompetitif secara global. Melalui SIG Infrastructure Summit, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan,” ujar Andriano Hosny Panangian. (*)
Editor : Sekar Arum Catur