PLN Datangkan 6 IBT ke Banyuwangi, Perkuat Interkoneksi Listrik Jawa–Bali

Reporter : Gede FS

Kilasbisnis.com, Banyuwangi — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan strategis di ujung timur Pulau Jawa. Terbaru, enam unit Interbus Transformer (IBT) berkapasitas besar tiba di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, sebagai bagian dari penguatan sistem interkoneksi Jawa–Bali.

Kedatangan peralatan utama tersebut menjadi tonggak penting dalam proyek pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kalipuro. Proyek ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penyaluran sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik di Jawa dan Bali.

Baca juga: Kapolda Jatim Pertemukan Aremania dan Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan

General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, mengatakan pihaknya saat ini menggenjot pekerjaan konstruksi agar tetap sesuai jadwal dengan mengedepankan keselamatan kerja.

“Tibanya enam unit IBT ini menjadi bukti komitmen kami dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Banyuwangi. Peralatan ini sangat krusial karena berfungsi sebagai pengatur distribusi daya dari sistem 500 kV ke 150 kV,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/4).

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian proyek dikerjakan secara simultan untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan, khususnya dalam menopang kebutuhan listrik lintas Pulau Jawa dan Bali.

Namun demikian, proses mobilisasi IBT dari pelabuhan menuju lokasi proyek membutuhkan penanganan khusus mengingat ukuran dan bobotnya yang besar. Pengangkutan menggunakan kendaraan berat jenis multi-axle berpotensi menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

Baca juga: Kapolda Jatim: Kamtibmas Triwulan I 2026 Kondusif, Jajaran Diminta Tetap Siaga

PLN pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan tersebut. Hendro menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan aman dan terkendali.

“Kami mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan energi di Kalipuro, PLN menargetkan pengoperasian GI 150 kV Kalipuro pada Januari 2027. Infrastruktur ini akan melengkapi peran GITET 500 kV Kalipuro dalam menyalurkan energi listrik secara lebih andal dan efisien ke pusat-pusat beban.

Baca juga: Gejolak Global Tekan Pasar, OJK Pastikan Stabilitas

Keberadaan GITET dan GI Kalipuro diharapkan menjadi tulang punggung distribusi listrik dari pembangkit di Jawa Timur menuju Bali. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan mendukung kebutuhan listrik sektor industri, pariwisata, serta aktivitas pelabuhan di Banyuwangi, sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem kelistrikan.

“Kami berharap dukungan masyarakat agar proyek ini dapat selesai tepat waktu. Pengoperasian GI 150 kV Kalipuro akan menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional, khususnya untuk mendukung keandalan listrik di Pulau Bali,” tutur Hendro.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru