Kilasbisnis.com, Surabaya – Bidhumas Polda Jatim bersama wartawan pokja balai menggelar tasyakuran dalam rangka peringatan ke-80 Hari Pers Nasional (HPN), Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast dan sejumlah perwira, serta awak media.
Jules menyatakan peringatan HPN menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan media, khususnya yang tergabung dalam organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia.
“Pers memiliki peran penting dalam pemberitaan dan edukasi bagi masyarakat. Maka, hubungan baik ini harus terus dijaga agar penyampaian informasi tetap akurat dan terpercaya,” kata Jules.
Alumnus Akpol 1995 itu menegaskan maraknya hoaks di media sosial berpotensi merugikan masyarakat dan menimbulkan disinformasi. Dalam konteks tersebut, pers berperan menjaga kebenaran informasi.
“Dengan kehadiran insan pers, dampaknya sangat besar dan berpengaruh. Pers adalah maestro penangkal hoaks, sekaligus ujung tombak dalam menyajikan kebenaran dan fakta ke publik,” tegasnya.
Menurut Jules, banyak informasi belum terverifikasi beredar di ruang digital dan kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengaburkan fakta. Melalui kerja jurnalistik yang profesional, informasi tersebut dapat diverifikasi dan disajikan secara berimbang kepada masyarakat.
“Dengan adanya media arus utama, ruang gerak penyebar hoaks semakin sempit.Upaya menyebarkan informasi tidak benar pun akan gagal karena diuji melalui proses jurnalistik,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran pers vital bagi pemerintah dan aparat negara dalam menyampaikan kebijakan, program, serta perkembangan situasi secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat.
“Pers adalah mata dan telinga publik, sekaligus jendela masyarakat dalam memperoleh informasi. Jurnalis berperan menyampaikan kebenaran, mencerdaskan bangsa, dan menghadirkan fakta melalui karya jurnalistik,” pungkasnya.
Peringatan Hari Pers Nasional di Jawa Timur diharapkan memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam menjaga ruang informasi yang sehat, beretika, dan bertanggung jawab.
Editor : Redaksi