Kilasbisnis.com, Bandung - Bank Indonesia (BI) menargetkan 17 miliar transaksi QRIS sepanjang 2026, disertai ekspansi penggunaan QRIS antarnegara ke delapan negara mitra. Target tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pembayaran digital nasional sekaligus perluasan akseptasi internasional.
Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi, mengatakan tema QRIS pada 2026 mengusung semangat “kemerdekaan” dengan sejumlah sasaran ambisius. Selain 17 miliar transaksi, BI juga membidik 45 juta merchant dan 60 juta pengguna QRIS.
“Untuk 2026, kami menargetkan 17 miliar transaksi, 45 juta merchant, dan 60 juta pengguna. Selain itu, ekspansi kerja sama QRIS antarnegara akan diperluas hingga delapan negara,” ujar Willy dalam kegiatan Capacity Building Media Jawa Timur 2026.
Menurut dia, target tersebut disusun dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan QRIS yang konsisten meningkat sejak diluncurkan pada 2019. Hingga 2025, jumlah pengguna telah mencapai sekitar 43 juta dengan total transaksi menembus 15,51 miliar.
BI, lanjut Willy, akan memperkuat strategi di dalam negeri sekaligus memperluas kerja sama internasional. Penguatan domestik dilakukan melalui peningkatan sosialisasi, edukasi, dan berbagai kampanye nasional seperti Pekan QRIS Nasional serta QRIS Jelajah Indonesia.
“Berbagai kegiatan sosialisasi terbukti berdampak langsung terhadap peningkatan transaksi. Karena itu, penguatan edukasi dan kolaborasi dengan media menjadi bagian penting untuk mencapai target 2026,” kata dia.
Di sisi internasional, QRIS antarnegara yang telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang akan diperluas. Skema ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran domestik tanpa perlu mengunduh aplikasi baru.
Ekspansi tersebut juga diharapkan memperluas peluang pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara. Saat ini, sekitar 95 persen merchant QRIS berasal dari usaha mikro.
Dengan basis merchant yang telah mencapai puluhan juta, Willy optimistis sistem pembayaran digital Indonesia memiliki fondasi kuat untuk mempercepat inklusi keuangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran digital regional.
Editor : Sekar Arum Catur