Kilasbisnis.com, Jakarta - Sebanyak 537.181 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-4 hingga H-2 libur Tahun Baru Imlek 2026. Angka tersebut naik 15,84 persen dibandingkan lalu lintas normal dan didominasi pergerakan ke arah Trans Jawa dan Bandung.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengatakan ratusan ribu kendaraan itu keluar melalui empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung).
“Sebanyak 537.181 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada periode H-4 sampai H-2 Imlek 2026, atau meningkat 15,84 persen dari lalu lintas normal,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Minggu (16/2/2026).
Berdasarkan distribusi lalu lintas, mayoritas kendaraan atau 255.591 unit (47,6 persen) menuju arah Timur, yakni Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, 152.393 kendaraan (28,4 persen) menuju arah Barat atau Merak, dan 129.197 kendaraan (24 persen) menuju arah Selatan atau Puncak.
Kenaikan tertinggi tercatat di jalur Trans Jawa dan Bandung. Lalu lintas menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencapai 119.532 kendaraan, melonjak 31,37 persen dari kondisi normal. Sedangkan kendaraan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama tercatat 136.059 unit, naik 26,40 persen.
Secara total, arus kendaraan ke arah Timur melalui kedua gerbang tol tersebut mencapai 255.591 kendaraan atau meningkat 28,68 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Puncak peningkatan juga terlihat pada H-2 Imlek. Pada hari tersebut, sebanyak 158.246 kendaraan meninggalkan Jabotabek melalui empat GT utama, naik 18,41 persen dari lalu lintas normal.
Khusus di H-2, arus menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat 34.049 kendaraan atau meningkat 26,99 persen. Sementara itu, arus ke Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 41.587 kendaraan, melonjak 36,77 persen dibandingkan kondisi normal.
Rivan menyebut pihaknya terus memantau pergerakan lalu lintas dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode libur panjang.
Editor : Ardhia Putri