Kilasbisnis.com, Surabaya – Anggapan bahwa mahasiswa aktivis sulit lulus tepat waktu dan memiliki prestasi akademik rendah ditepis oleh Ni Kadek Ayu Wardani, S.T. Lulusan Teknik Industri Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini berhasil menyelesaikan studi sekaligus aktif berorganisasi hingga kini menjabat Ketua DPC GMNI Surabaya Raya periode 2025–2027.
Kadek, sapaan akrabnya, mengikuti prosesi Wisuda ke-132 Untag Surabaya pada Minggu (15/2/2026). Selama masa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan tetap mampu menyelesaikan kewajiban akademiknya.
Perjalanannya dimulai sejak 2021. Selain fokus pada perkuliahan Teknik Industri, ia terlibat dalam kegiatan organisasi dan kerohanian. Baginya, organisasi bukan penghambat studi, melainkan ruang pembentukan karakter.
"Bagi saya, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul atau berdebat, melainkan ruang pembentukan karakter. Di dalamnya, mahasiswa belajar memimpin dengan bijaksana dan mengasah kepekaan sosial," ujar Kadek.
Pada 2023, ia tercatat mengemban empat tanggung jawab sekaligus, di antaranya sebagai Bendahara Himpunan Mahasiswa Teknik Industri dan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Kebangsaan. Puncak kiprahnya di organisasi terjadi saat ia terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Surabaya Raya melalui Konfercab XXIV untuk periode 2025–2027.
Di tengah padatnya aktivitas organisasi, Kadek juga menuntaskan program magang pada 2024 di PT Bogasari Flour Mills dan PT Kerta Rajasa Raya. Ia menilai manajemen waktu menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi.
"Pengalaman di luar ruang kelas justru memberikan pembelajaran menyeluruh yang melengkapi pengetahuan akademik. Kita diajak mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Menurutnya, kekhawatiran sebagian orang tua terhadap aktivitas organisasi mahasiswa dapat dipahami. Namun, ia menilai masa kuliah merupakan fase penting untuk membentuk kemandirian, kepemimpinan, serta memperluas jejaring sosial.
Keberhasilannya meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) menjadi bukti bahwa capaian akademik dan integritas organisasi dapat berjalan seiring. Ia juga berencana melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) dengan cita-cita menjadi dosen.
Sebagai kader GMNI yang berpegang pada ideologi Marhaenisme, Kadek ingin melanjutkan perjuangan melalui jalur akademik. "Marhaenisme bukan sekadar warisan masa lalu, tapi komitmen abadi untuk mengangkat derajat rakyat kecil. Perjuangan ini harus dilanjutkan melalui kontribusi yang lebih mendalam, termasuk di ranah akademik," tegasnya.
Editor : Redaksi