Kilasbisnis.com, Surabaya - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Hong San Ko Tee, Jalan Cokroaminoto, Surabaya, berlangsung khidmat. Sejak Selasa dini hari pukul 00.00, ratusan umat memadati klenteng untuk mengikuti sembahyang dan doa bersama menyambut tahun baru.
Pengelola klenteng, Robertus, mengatakan rangkaian ibadah dimulai tepat tengah malam. Umat datang untuk mengungkapkan rasa syukur atas tahun yang telah dilalui sekaligus memanjatkan doa untuk tahun yang baru.
“Rangkaian ibadah dimulai sejak pukul 00.00 dengan sembahyang dan doa bersama. Itu sebagai ungkapan syukur atas apa yang telah dilalui pada tahun sebelumnya, sekaligus harapan agar di tahun ini diberi kemudahan, kelancaran, kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang lancar,” ujar Robertus, Selasa (17/2).
Usai sembahyang bersama, perayaan dilanjutkan dengan pertunjukan barongsai. Umat juga disambut kehadiran Dewa Rezeki sebagai simbol doa dan harapan akan keberuntungan di tahun baru. Memasuki siang hari, umat melaksanakan sembahyang secara bergantian secara pribadi.
Robertus menjelaskan, Imlek 2577 Kongzili memasuki Tahun Kuda Api. Menurutnya, api melambangkan semangat, sedangkan kuda melambangkan kelincahan.
“Di Tahun Kuda Api ini, semoga kita semua diberi kelancaran, lebih gesit, dan semangat dalam menghadapi tahun ini. Harapannya ekonomi semakin baik dibanding tahun sebelumnya. Intinya kita memohon kepada Tuhan agar diberi kemudahan dan kesehatan,” jelasnya.
Jumlah umat yang datang diperkirakan mencapai ratusan orang dan biasanya terus berdatangan hingga sore hari.
Sebelum perayaan puncak Imlek, klenteng juga menggelar sejumlah ritual, mulai dari sembahyang naiknya dewa-dewi, pembersihan rupang, hingga sembahyang malam pergantian tahun. Rangkaian perayaan akan berlanjut hingga Cap Go Meh sebagai penutup.
Salah satu umat, Liman, mengatakan perayaan Imlek menjadi momen berkumpul bersama keluarga besar. Tradisi diawali dengan sembahyang bersama di klenteng, kemudian dilanjutkan dengan bersilaturahmi ke rumah keluarga yang lebih tua.
“Biasanya setelah sembahyang, kami kumpul makan bersama keluarga. Lalu unjung-unjung ke keluarga yang lebih tua. Memberikan angpao kepada anak-anak dan juga orang tua,” katanya.
Ia berharap di Tahun Kuda Api kehidupan menjadi lebih baik.
“Harapannya tentu lebih sukses dan diberi kelancaran,” ucapnya.
Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Hong San Ko Tee Surabaya menjadi momen ibadah sekaligus kebersamaan keluarga bagi umat Tionghoa di Kota Pahlawan.
Editor : Redaksi