Bumi Kartini SIG: 879 Perempuan Desa Ngampel Ubah Limbah Sapi Jadi Sumber Ekonomi Baru

Reporter : Ardhia Putri

Para ibu rumah tangga anggota program Bumi Kartini di Desa Ngampel, Blora, Jawa Tengah, aktif memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai sayuran, mengubah lahan kosong menjadi sumber pangan dan penghasilan keluarga. Program ini diinisiasi oleh PT Semen Gresik.


Kilasbisnis.com, Gresik - Program Bumi Kartini (Buah Manis Karya Wanita Tani) yang digagas PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), sukses memberdayakan 879 perempuan di Desa Ngampel, Blora, Jawa Tengah. Melalui inovasi sosial berbasis lingkungan, program ini tak hanya meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga mengubah limbah ternak sapi menjadi peluang ekonomi baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga: SIG Jaga Profitabilitas Semester I 2025 Lewat Efisiensi dan Lonjakan Ekspor

Program Bumi Kartini lahir dari keprihatinan atas kondisi sosial dan lingkungan di Desa Ngampel. Banyak perempuan di desa ini menghadapi keterbatasan ekonomi, sementara limbah ternak sapi kerap dibuang ke Anak Sungai Lusi, mencemari sumber air utama warga.

Sejak 2021, PT Semen Gresik bersama Pemerintah Desa Ngampel, BUMDes, dan PKK setempat menjalankan tiga program utama: gerakan menanam sayur di pekarangan, pengelolaan limbah sapi menjadi pupuk organik, dan pendirian bank sampah. Hasilnya, pekarangan yang sebelumnya terbengkalai kini produktif dan menjadi sumber pendapatan baru.

“Dulu tanah di sini gersang dan sulit ditanami. Berkat bantuan PT Semen Gresik, kami mendapat bibit, pupuk, dan pelatihan menanam sayur di pot dan polybag. Pekarangan yang dulu nganggur sekarang jadi sumber penghasilan,” ujar Nikmatus Zahroatin, Koordinator Bumi Kartini sekaligus Ketua PKK Desa Ngampel.

Tak hanya itu, limbah kotoran sapi yang dulu mencemari sungai kini diolah menjadi pupuk kompos dan biourin. Produk olahan ini digunakan untuk menyuburkan tanaman warga dan dijual ke luar daerah, menambah pemasukan keluarga.

“Setelah berkoordinasi dengan PT Semen Gresik, kotoran sapi diolah jadi pupuk ramah lingkungan. Ini mengurangi pencemaran dan bau, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi,” tambah Nikmatus.

Bumi Kartini juga mengelola bank sampah yang mengumpulkan dan memilah sampah anorganik. Sebagian sampah bahkan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk produksi semen.

Baca juga: Rumah BUMN SIG Sukses Bawa Kopi Rembang Tembus Pasar Nasional

Dari sisi ekonomi, program ini meningkatkan pendapatan anggota rata-rata Rp6,48 juta per tahun, menambah penghasilan kelompok ternak hingga Rp4,8 juta per tahun, serta menghemat belanja sayur dan pupuk masing-masing hingga Rp13,18 juta dan Rp4,34 juta per keluarga per tahun.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan melalui ekonomi sirkular.

“Bumi Kartini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis lingkungan mampu mengatasi masalah sosial dan lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi. SIG akan terus menghadirkan inovasi sosial yang berkelanjutan,” ujar Vita.

Pada 2024, Bumi Kartini berhasil menurunkan limbah kotoran sapi hingga 98,2 ton dan mencegah emisi gas metana setara 1,64 ton CO2 per tahun.

Baca juga: Strategi Baru SIG: Melangkah Lebih Jauh di 2025

Kini, sayuran hasil panen—mulai dari kembang kol, kubis, terong, markisa, hingga wortel—tak hanya dikonsumsi sendiri, tapi juga dipasarkan dalam bentuk produk olahan seperti selai terong, keripik pare, hingga sirup markisa.

Program Bumi Kartini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. (*)

Editor : Ardhia Putri

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru