UNESA Mantapkan Arah Sebagai Kampus Riset Berdampak Sosial, Pemkot Surabaya Siapkan Ekosistem Inovasi

Reporter : Ardhia Putri

Kilasbisnis.com, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menegaskan arah barunya sebagai kampus riset yang berorientasi pada dampak sosial melalui gelaran INNOVNESA #3, pameran produk inovasi yang digelar pada 24–26 November 2025.
Acara ini menampilkan 79 produk hasil riset dosen dan mahasiswa, mulai dari teknologi industri, digitalisasi, hingga kecerdasan buatan (AI).

Wakil Rektor III UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, mengatakan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang apresiasi karya akademik, melainkan bagian dari strategi besar kampus untuk memperkuat hilirisasi riset ke dunia industri dan masyarakat.

Baca juga: Dana Riset 2025 Naik 218 Persen, Wamendiktisaintek: Tak Ada Satu Rupiah pun yang Dipotong

“Intinya, inovasi harus berdampak. Kami ingin karya mahasiswa dan dosen tidak hanya unggul secara akademik, tetapi benar-benar digunakan masyarakat,” ujar Bambang di sela pembukaan pameran, Senin (24/11).

Menurutnya, arah baru UNESA kini menitikberatkan pada riset terapan yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Ia mencontohkan sejumlah produk unggulan yang dikembangkan mahasiswa vokasi dan dosen teknik telah dimanfaatkan oleh pelaku UMKM serta pemerintah daerah.

“Selama ini riset sering berhenti di jurnal. Melalui INNOVNESA, kami ingin mengubah itu. Hasil penelitian harus bisa dikomersialisasikan dan memberi nilai tambah ekonomi,” tambahnya.

UNESA juga mencatat peningkatan minat mahasiswa pada program vokasi yang dinilai lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Berdasarkan tracer study, sebagian besar lulusan UNESA terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.

Dukungan terhadap arah baru UNESA datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyebut bahwa Surabaya tengah memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi lintas sektor yang disebut heptahelix.

Baca juga: KPPTI 2025 Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Sinergi Kebijakan Pendidikan Nasional

“Surabaya setiap tahun terus meningkatkan inovasi. Bahkan kami dianugerahi predikat kota terinovatif di Indonesia. Ke depan, heptahelix ini harus menjadi penghubung antara inovasi kampus dengan kebutuhan pasar,” kata Irvan.

Ia menjelaskan, Pemkot tengah menyiapkan innovation hub sebagai wadah pertemuan antara peneliti, pelaku usaha kreatif, dan startup berbasis teknologi. Fasilitas ini diharapkan menjadi jembatan antara hasil riset kampus seperti UNESA dengan dunia industri.

Selain itu, Pemkot juga berkomitmen memperluas akses pendidikan dan pelatihan vokasi. Tahun depan, lebih dari Rp190 miliar dialokasikan untuk program pendidikan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa vokasi agar mereka siap terserap pasar kerja setelah lulus.

“Kami ingin anak muda Surabaya tidak hanya mencari kerja, tapi juga menciptakan lapangan kerja. Karena itu, entrepreneurship dan teknologi harus menjadi fondasi kemampuan generasi muda,” tegas Irvan.

Baca juga: Antusiasme Tinggi, KPPTI 2025 di Surabaya Siap Jadi Magnet Kolaborasi Pendidikan Nasional

Kolaborasi antara UNESA dan Pemkot Surabaya ini diharapkan menjadi model penguatan ekosistem inovasi di tingkat daerah.

Dengan riset yang berorientasi pada dampak sosial dan dukungan kebijakan pemerintah, Surabaya berpotensi menjadi pusat inovasi pendidikan dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pameran INNOVNESA #3 sendiri dibuka untuk publik hingga 26 November 2025, menghadirkan berbagai produk teknologi, sosial, dan pendidikan yang siap dikembangkan ke tahap komersial.

Editor : Sekar Arum Catur

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru