Surabaya Siap Nataru: Stok Melimpah, Harga Stabil Kecuali Cabai Rawit Naik

Reporter : Feri Saputra
Kepala DKPP, Antiek Sugiharti saat memanen cabai di Lakarsantri Surabaya. (Foto: dok.Kominfo Pemkot Surabaya)

Kilasbisnis.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan harga dan stok kebutuhan pokok di pasar tradisional tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai rawit merah, pemerintah menilai kondisi masih dalam batas wajar.  

Pemantauan Ketat di Pasar Tradisional 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah pasar untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan.  

Baca juga: Kapolda Jatim Bentuk Satgas Premanisme, Tertibkan 7 Sasaran Jelang Nataru 2025

“Yang naik cukup tinggi memang cabai rawit merah karena pengaruh cuaca ekstrem yang membuat sebagian tanaman gagal panen. Tapi stoknya aman dan distribusi tetap lancar,” ujar Antiek, Kamis (11/12).  

Berdasarkan data DKPP, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, harga komoditas lain seperti ayam ras, telur, bawang merah, dan bawang putih relatif stabil.  

Menurut Antiek, fluktuasi harga menjelang Nataru tergolong normal dan tidak mengganggu pasokan kebutuhan masyarakat.  

Dorong Produksi Cabai Rumahan  

Untuk menekan potensi kenaikan harga, Pemkot Surabaya memperkuat produksi cabai skala rumah tangga melalui program pembagian bibit cabai kepada warga dan kelompok tani.  

“Kami dorong warga menanam cabai rumahan untuk memperkuat suplai lokal. Hasilnya cukup efektif,” katanya.  

Baca juga: OJK Gandeng Kader Surabaya Hebat untuk Edukasi Finansial

Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan cabai di pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.  

Pengawasan Ketat Produk Pangan  

Selain menjaga stabilitas harga, DKPP juga memperketat pengawasan terhadap barang kadaluarsa dan pangan olahan yang beredar di pasar. Tim pengawas melakukan inspeksi rutin untuk memastikan seluruh produk aman dikonsumsi masyarakat.  

“Kami tidak ingin ada praktik nakal. Semua produk harus aman dikonsumsi, apalagi menjelang momen libur panjang,” tegas Antiek.  

Baca juga: Surabaya Luncurkan Kampung Investor Saham, Dorong Literasi Keuangan Warga

Imbauan untuk Belanja Bijak  

Pemkot Surabaya juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan stok kebutuhan pokok di Surabaya dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun.  

Dengan pengawasan ketat, penguatan suplai lokal, serta koordinasi lintas instansi, Pemkot Surabaya optimistis stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga selama periode Nataru 2025.  

“Surabaya siap. Baik stok maupun harga kebutuhan pokok dalam kondisi aman,” tutup Antiek.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru